Minggu, 14 September 2014

Sistem Manajemen Perekrutan Tenaga Kerja



Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang berperan penting dalam kemajuan suatu perusahaan. Oleh karena itu diperlukan adanya pengelolaan dalam sistem perekrutan tenaga kerja, sehingga perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan. Sistem manajemen perekrutan tenaga kerja merupakan tugas dari departemen Human Resource Development (HRD).


Definisi Rekrutmen

Menurut Faustino Cardoso Gomes (1995), rekrutmen merupakan mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam sebuah organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah, di mana para pelamar mengharapkan informasi yang jelas mengenai pekerjaan dan fasilitas yang diperoleh dari perusahaan dan perusahaan meninginkan informasi akurat mengenai kontribusi calon karyawan bila telah diterima di perusahaan tersebut. Rekrutmen termasuk fungsi-fungsi MSDM yang mempunyai peranan strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Terdapat dua jenis proses rekrutmen, yaitu rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal. Rekrutmen internal merupakan proses mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan dari proses seleksi karyawan yang sudah bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Kelemahan dari proses ini adalah terjadinya ripple effect, yang menyebabkan SDM yang menempati posisi baru membuat SDM yang digantikan merasa kurang nyaman. Sedangkan proses rekrutmen eksternal, perusahaan mendapatkan tenaga kerja dari luar perusahaan. Kelebihan jenis ini adalah perusahaan berpeluang lebih besar untuk mendapatkan SDM yang sesuai kualifikasi. Di sisi lain, sistem ini memiliki kelemahan yaitu karyawan baru memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan perusahaan.


Tujuan Rekrutmen

11.  Mendapatkan sebanyak-banyaknya pelamar kerja. Dengan banyaknya kandidat, maka akan semakin besar peluang perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
22. Proses penyaringan, di mana pelamar yang tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan akan didiskualifikasi.
 3. Pengelompokan pelamar (Applicant Pool) yang merupakan proses pengelompokan individu yang memenuhi kriteria, untuk selanjutnya ditetapkan kandidat yang layak untuk ditempatkan pada posisi yang ditawarkan.
 4. Tujuan pasca pengangkatan (Post Hiring Goal), perusahaan mengharapkan karyawan yang telah di hire dapat bekerja dengan baik dan sejalan dengan visi misi perusahaan.
 5. Proses perekrutan yang berlangsung memiliki efek luberan (Spillover Effects), yang berkaitan dengan citra perusahaan, di mana pelamar yang gagal tetap memiliki pandangan positif tentang perusahaan.


Proses Rekrutmen yang Efektif

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan oleh bagian perekrutan untuk menciptakan proses rekrutmen yang efektif.

 1. Melakukan diagnosa dari segi kendala waktu, sumber daya finansial, dan ketersediaan staff, serta berbagai faktor lain yang akan berpengaruh pada proses rekruitmen.
  2. Mendeskripsikan spesifikasi dan standart kerja secara jelas.
  3. Menetapkan kriteria individu pada posisi yang ditawarkan pada proses rekrutmen.
 4. Melakukan evaluasi dan seleksi pada berbagai sumber rekrutmen, sehingga diperoleh kandidat sebanyak mungkin dengan biaya serendah mungkin.
 5.  Menyusun rencana rekruitmen yang akan dilakukan.


Secara umum, proses perekrutan melalui beberapa proses antara lain:

1.       Perencanaan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka waktu tertentu
2.       Pembuatan lowongan kerja
3.       Proses seleksi pelamar
4.       Pemberian feedback
5.       Penempatan tenaga kerja


Pengalaman Mengenai Proses Perekrutan

Proses perekrutan yang pernah saya alami melalui beberapa tahapan. Saya mendapatkan info lowongan kerja di sebuah situs penyedia lowongan kerja. Melalui situs tersebut saya mengirim CV ke perusahaan yang bersangkutan. Kemudian setelah menunggu beberapa waktu, saya dihubungi oleh pihak perusahaan untuk datang guna melakukan proses seleksi. Setelah itu saya menjalani proses seleksi penerimaan karyawan sebagai application engineer. Proses seleksi yang saya jalani terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: psikotest, wawancara, test teknis, dan test kesehatan. Pada tahap wawancara, proses tersebut berlangsung dua kali dan melibatkan beberapa orang, yaitu HRD, User, dan BOD. Pada tahap tersebut juga dilakukan negosiasi gaji dan fasilitas yang akan diterima. Selain itu disepakati pula mengenai job description serta penempatan yang harus dijalani apabila bergabung dengan perusahaan yang bersangkutan.
Setelah selesai menjalani proses seleksi, saya dihubungi oleh pihak HRD dan dinyatakan jika saya diterima bekerja di perusahaan tersebut. Selanjutnya saya menjalani proses penempatan. Di tahap ini saya menjalani program pelatihan orientasi agar saya dapat beradaptasi dengan lingkungan perusahaan dan dapat melakukan tugas dengan baik.

Sumber :
  4. http://www.naukrihub.com/recruitment/recruitment-process.html
 5.  http://hr.ucr.edu/recruitment/guidelines/process.html

1 komentar:

  1. bang, bagaimana kalo ada perusahaan yg meminta ijazah asli ke kita sebagai jaminan..siapa yg bertanggung jawab kalo misalkan ijazah tersebut hilang dsb. minta penjelasan menurut anda

    BalasHapus