Selasa, 09 September 2014

Peningkatan Produktivitas Melalui MSDM

Pengertian MSDM

   Manajemen Sumber Daya Manusia atau yang disingkat MSDM adalah suatu cara yang mengatur tentang hubungan antara organisasi (perusahaan) dengan sumber daya (tenaga kerja), sehingga dapat dicapai tujuan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Dalam impelementasinya, aktifitas MSDM menyangkut berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan efektifitas dan kualitas kerja. Kegiatan tersebut antara lain: perekrutan karyawan/ staffing, perencanaan dan analisis SDM, pengembangan SDM, kompensasi dan keuntungan, motivasi kerja, penilaian dan evaluasi, kesehatan dan keselamatan kerja, serta hubungan antara karyawan dan manajemen. Berbagai aktifitas tersebut berfokus pada pelayanan, produktivitas, dan kualitas.


Urgensi MSDM dari Berbagai Perspektif


Urgensi MSDM dapat dilihat dari berbagai perspektif. Sondang P.Siagian dalam bukunya yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia, 1994 menjelaskan keterkaitan MSDM dari 6 sudut pandang. Perspektif tersebut antara lain :

Perspektif Politik
Perspektif ini berkeyakinan bahwa sumber daya manusia adalah aset terpenting dalam sebuah organisasi. Kemajuan dan kelangsungan sebuah organisasi ditentukan oleh kualitas SDM yang terdidik dan terampil.

Perspektif Ekonomi
Sumber daya manusia adalah homo economicus, di mana mereka melakukan kegiatan, berproduksi, dan beraktifitas secara ekonomi. SDM adalah pusat dari keberhasilan yang dicapai dalam sebuah organisasi, karena kekayaan material yang berlimpah dan SOP yang baik tidak akan bermanfaat jika SDM tidak mendapatkan perhatian yang cukup.

Perspektif Hukum
Perpektif ini berkeyakinan bahwa sumber daya manusia yang merupakan elemen penting dalam sebuah organisasi, memiliki hak dan kewajiban yang harus diwujudkan dan diatur melalui aturan, perjanjian, dan ketentuan yang telah disepakati bersama. Apabila kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka akan menimbulkan berbagai masalah, seperti demonstrasi, mogok kerja, penurunan produktifitas. Masalah-masalah tersebut akan mengganggu keberlangsungan sebuah organisasi.

Perspektif Sosio Kultural
Setiap manusia mengharapkan kehidupan yang lebih baik, yang bisa terwujud dengan berkarya. Kehidupan yang lebih baik akan meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai kebutuhan sosio psikologis yang harus dipenuhi. Dari sisi organisasi, perspektif sosial kultural berkaitan dengan unsur organisasi, seperti: sejarah, falsafah, jenis kegiatan, keanggotaan, dan kebutuhan para pemegang saham yang harus dipenuhi oleh sumber daya manusia sebagai elemen organisasi.

Perspektif Administrasi
Dewasa ini, perananan organisasi menjadi sangat penting. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan dalam mengatur dan memanfaatkan sumber daya manusia agar efektif dan efisien. Di sinilah pentingnya MSDM dalam sebuah organisasi.

Perspektif Teknologi
Perspektif ini berpandangan bahwa kemajuan teknologi berperan penting dalam kemajuan  sebuah organisasi. Pandangan tersebut didasarkan pada perkembangan teknologi yang sangat pesat dari waktu ke waktu, oleh karena itu sumber daya manusia diharapkan dapat meningkatkan kemampuan di bidang teknologi. Dengan kecanggihan teknologi, maka akan berdampak positif bagi organisasi, seperti meningkatnya produktivitas, serta terciptanya sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.



Pengelolaan Sumber Daya Manusia


    Menurut Edwin B. Flippo (1984), kegiatan pengelolaan sumber daya manusia melalui beberapa proses, antara lain: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan atau sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan SDM menyangkut keseluruhan kegiatan dalam sebuah organisasi. Kegiatan tersebut melibatkan manusia sebagai pelaku, pengelola, dan pelaksana dalam sebuah organisasi/ perusahaan. Di mana kunci dasar keberhasilan organisasi terdapat pada kemampuan manusia yang berada dalam ruang lingkup organisasi, yang harus didukung melalui penempatan SDM yang tepat.



The Right Man on The Right Place


    Staffing atau penempatan merupakan salah satu implementasi dari manajemen sumber daya manusia. Di mana setiap manusia itu unik dengan kelebihan dan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk menempatkan tiap individu di posisi yang sesuai. Penempatan yang tepat akan menghasilkan dampak positif, baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi organisasi, seperti meningkatnya kemampuan individu dan peningkatan produktivitas kerja. Sebaliknya jika proses penempatan tidak tepat, maka yang terjadi adalah penurunan kinerja yang berdampak bagi kelangsungan sebuah organisasi.


Sumber :
1.http://www.bbc.co.uk/bitesize/higher/business_management/human_resource_management/role_importance_human_resources/revision/1/
2.http://www.inc.com/encyclopedia/human-resource-management.html
3.http://www.humanresourceexcellence.com/importance-of-human-resource-management/
4.http://www.hrcentro.com/artikel/Pentingnya_Manajemen_SDM_dalam_Organisasi_120329.html
5.http://www.firstmedia.com/uploads/09-SumberDayaManusia.pdf
6.http://www.mu.ac.in/myweb_test/M.Com.%20Study%20Material/Human%20Res.%20Management%20-%20M.%20Com%20-%20I.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar